Tingkatkan Standar Kompetensi, UKK 2026 Gandeng Jama-Jama Production dan Ditinjau Disdik Sumsel

PALEMBANG (10/02/2026) â Atmosfer keseriusan dan antusiasme menyelimuti laboratorium kejuruan SMK Ar Rahman Palembang pada hari ini, Selasa (10/2). Sekolah tersebut tengah menggelar Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Tahun Pelajaran 2025/2026 yang menjadi tolak ukur akhir kemampuan siswa vokasi sebelum dinyatakan lulus. Pelaksanaan UKK tahun ini terasa istimewa karena melibatkan penguji eksternal dari dunia industri kreatif terkemuka, Jama-Jama Production, serta mendapat atensi khusus melalui peninjauan langsung oleh Pengawas Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan.
Kepala Sekolah SMK Ar- Rahman Palembang Novizar, SE, menjelaskan bahwa pelibatan Jama-Jama Production bertujuan untuk memastikan kompetensi siswa selaras dengan kebutuhan industri saat ini. "Kami tidak hanya ingin siswa lulus secara akademis, tetapi juga memiliki skill yang diakui oleh praktisi. Jama-Jama Production kami pilih karena reputasi mereka di bidang produksi kreatif dan penyiaran yang sangat relevan dengan kompetensi keahlian siswa kami," ujar Novizar. Dalam ujian praktik ini, siswa ditantang untuk menyelesaikan proyek Sebutkan Proyek dalam batas waktu yang ditentukan. Aspek yang dinilai tidak hanya hasil akhir, tetapi juga work attitude, keselamatan kerja, dan prosedur operasional standar industri.
Perwakilan dari Jama-Jama Production Prasetyo Fajar Sugiarto, bertindak langsung sebagai asesor. Beliau menuturkan bahwa standar yang diterapkan dalam UKK ini adalah standar "Real Job". "Kami melihat potensi yang luar biasa dari para siswa di tahun 2026 ini. Kami tidak memberikan kelonggaran hanya karena mereka siswa; kami menilai mereka layaknya staf profesional. Mulai dari pra-produksi, penggunaan alat, hingga post-production, semuanya kami cek detailnya. Harapannya, lulusan dari sini siap langsung terjun ke tim produksi kami atau industri sejenis," jelasnya Fajar.
Di tengah berjalannya ujian, Pengawas Pembina dari Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Dra Nelly dan Ribut Waluyo, S.Pt., M.Si, hadir meninjau langsung ke ruang-ruang ujian. Kunjungan ini bertujuan untuk memverifikasi kelayakan Tempat Uji Kompetensi (TUK) dan memastikan prosedur penilaian berjalan objektif. "Saya mengapresiasi langkah sekolah yang menggandeng DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri) yang kompeten seperti Jama-Jama Production. Kehadiran industri dalam UKK adalah hal mutlak untuk menjamin mutu lulusan SMK di Sumatera Selatan. Dari pantauan kami, alur ujian sudah sangat baik dan fasilitas sekolah sangat memadai untuk standar 2026," ungkap Nely di sela-sela peninjauan. Beliau juga sempat berinteraksi dengan beberapa peserta didik, memberikan motivasi agar tetap tenang dan memberikan performa terbaik.
Salah satu peserta ujian, Balqis, mengaku sempat gugup diuji langsung oleh praktisi dari Jama-Jama Production. "Awalnya tegang karena yang menilai orang industri asli, bukan guru biasa. Tapi ini jadi pengalaman berharga, saya jadi tahu standar kerja yang sebenarnya," ujarnya.
Pelaksanaan UKK ini diharapkan dapat mencetak lulusan SMK yang kompeten, berkarakter, dan siap bersaing di pasar kerja global maupun berwirausaha, sejalan dengan visi pendidikan vokasi Sumatera Selatan untuk menekan angka pengangguran dan meningkatkan ekonomi kreatif daerah.